RIZKI, GARNADI (2025) PENANGANAN PUTUSNYA TALI MOORING DSV OPS AVIOR SAAT SANDAR DI PLATFORM CINTA A DI PHE OSES PERAIRAN LAMPUNG. Diploma thesis, POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG.
|
Pdf (582111138217N_SURAT PERNYATAAN TIDAK PUBLIKASI)
582111138217N_SURAT PERNYATAAN TIDAK PUBLIKASI.pdf Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAKSI Garnadi, Rizki. 2026. “Penanganan Putusnya Tali Mooring Kapal DSV Ops Avior Saat Sandar Di Platform Cinta A Di PHE OSES Area Peraian Lampung”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Dr. Siti Fatimah., S.SI. T., M.PD, Pembimbing II: Ria Hermina Sari., S.S., MSC Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kegagalan sistem tambat pada kapal offshore, khususnya Diving Support Vessel (DSV), yang berpotensi mengganggu keselamatan operasi dan menimbulkan kerugian operasional. Insiden putusnya tali tambat pada DSV Ops Avior saat sandar di Platform Cinta A PHE OSES pada 20 Maret 2024 menunjukkan urgensi evaluasi menyeluruh terhadap faktor teknis dan nonteknis dalam sistem mooring . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab putusnya tali tambat, menganalisis dampak yang ditimbulkan, serta merumuskan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Pertanyaan penelitian difokuskan pada faktor-faktor penyebab insiden, dampak operasional dan keselamatan yang timbul, serta efektivitas prosedur penanganan sesuai standar yang berlaku. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Nakhoda, Mualim II, dan Bosun, serta studi dokumentasi terhadap SMS, OSV Code, dan logbook kapal . Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan fishbone diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden putusnya tali tambat terutama dipengaruhi oleh faktor manusia yang berkaitan dengan kurang optimalnya pengawasan dan komunikasi antar awak kapal selama proses sandar berlangsung. Observasi dan wawancara mengungkapkan bahwa perwira jaga tidak secara aktif memantau perubahan kondisi cuaca dan peningkatan beban pada tali, sementara komunikasi dua arah antara tim dek dan anjungan tidak berjalan secara konsisten. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi peningkatan arus yang kemudian terukur mencapai 1,7 m/s, serta tidak adanya tindakan preventif terhadap tali yang telah mengalami degradasi akibat penggunaan berulang.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tali tambat, Diving Support Vessel, keselamatan offshore, manajemen mooring, faktor manusia. |
| Subjects: | Skripsi Skripsi > Nautika |
| Divisions: | Nautika |
| Depositing User: | person person person |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 03:18 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 08:06 |
| URI: | http://repository.pip-semarang.ac.id/id/eprint/7042 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
