MARCELINO, DWISTIKA PRADANA (2026) PENANGANAN MEDIS TERHADAP AWAK KAPAL YANG SAKIT DI MV. EVER OMNI. Diploma thesis, POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG.
|
Pdf (592211138605N_SKRIPSI_FULLTEXT)
592211138605N_SKRIPSI_FULLTEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Pdf (592211138605N_SKRIPSI_OPEN_ACCESS)
592211138605N_SKRIPSI_OPEN_ACCESS.pdf Download (2MB) |
|
|
Pdf (592211138605N_SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
592211138605N_SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf Download (68kB) |
Abstract
ABSTRAKSI Marcelino, Dwistika, Pradana, 2026. “Penanganan Medis Terhadap Awak Kapal yang Sakit di MV. Ever Omni”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Bapak Capt. Suherman., M.Si., M.Mar., Pembimbing II: Kurniandri Ryan Putranti, S.ST.Pel. Kesehatan awak kapal merupakan aspek vital untuk menjamin keselamatan pelayaran dan kelancaran operasional kapal serta keberlangsungan maritim. Keterbatasan fasilitas medis di laut menuntut kesiapan personel dan kelengkapan peralatan medis dalam menghadapi kondisi darurat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peristiwa medis yang menimpa seorang juru mudi (AB-C) di MV. Ever Omni yang mengalami asfiksia (sesak napas) ketika kapal berlabuh jangkar di Tanjung Pelepas, Malaysia. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan prosedur penanganan medis di atas kapal serta menganalisis efektivitas koordinasi dengan pihak internal dan eksternal dalam pelaksanaan evakuasi medis (MEDEVAC). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi pasrtisipatif, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dapat diketahui bahwa penanganan medis MV. Ever Omni telah sesuai dengan ketentuan STCW 1978 Amandemen 2010 Regulasi VI/4 serta prosedur Emergency Medical Response. Tindakan resusitasi menggunakan alat bantu pernapasan (resuscitator) oleh Mualim II berhasil menstabilkan kondisi vital korban. Koordinasi internal berjalan secara sistematis berkat pelaksanaan Medical Emergency Drill secara rutin, sementara koordinasi eksternal dilakukan oleh Nakhoda melalui komunikasi VHF Radio dan sistem satelit sesuai standar MLC 2006. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penanganan darurat medis di laut sangat dipengaruhi oleh integrasi antara kompetensi perwira medis, kesiapan alat kesehatan yang terawat, dan efektivitas jalur komunikasi darurat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci : Penanganan Medis, Koordinasi, STCW, Resuscitator. |
| Subjects: | Skripsi > Nautika |
| Divisions: | Nautika |
| Depositing User: | person person person |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 03:18 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 04:51 |
| URI: | http://repository.pip-semarang.ac.id/id/eprint/6982 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
