ANALISIS TERJADINYA KEGAGALAN BONGKAR MUATAN DI MT. PALU SIPAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA & FTA

BIMA, FITRAH RISNU PUTRA (2026) ANALISIS TERJADINYA KEGAGALAN BONGKAR MUATAN DI MT. PALU SIPAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA & FTA. Diploma thesis, POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG.

[img] Pdf (592211118316N_SURAT PERNYATAAN TIDAK PUBLIKASI)
592211118316N_SURAT PERNYATAAN TIDAK PUBLIKASI.pdf

Download (332kB)
Official URL: https://library.pip-semarang.ac.id/

Abstract

ABSTRAKSI Putra, Bima Fitrah Risnu. 2026. ”Analisis Terjadinya Kegagalan Bongkar Muatan di MT. Palu Sipat Dengan Menggunakan Metode FMEA & FTA”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Yustina Sapan, S.Si.T., M.M., Pembimbing II : Dr. Siti Fatimah, S.Si.T, M.Pd. Proses bongkar muat merupakan tahap yang sangat krusial karena menentukan kelancaran operasional. Namun dalam praktiknya, kegiatan bongkar muat sering menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan keterlambatan bahkan kegagalan. Pada tanggal 23 Januari 2025, MT. Palu Sipat dengan voyage number 001 / D2 / P.1025 / I / 2025 melakukan bongkar muatan Marine Fuel Oil (MFO) di pelabuhan Surabaya. Setelah dilakukan sampling terhadap muatan yang dibawa kapal, didapati kualitas muatan sudah tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Pihak terminal akhirnya memutuskan untuk tidak menerima muatan yang dibawa dan kapal diminta untuk segera meninggalkan pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor - faktor penyebab kegagalan bongkar muatan serta menentukan upaya pencegahan yang dapat dilakukan di MT. Palu Sipat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa triangulasi dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode FMEA untuk menentukan tingkat risiko kegagalan dan FTA untuk mengidentifikasi akar penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan bongkar muatan terjadi akibat kondisi muatan yang off specification, khususnya nilai pour point yang melebihi batas standar. Analisis FMEA menghasilkan nilai RPN tertinggi sebesar 324 pada tahap sampling dan pengujian muatan. Analisis FTA mengidentifikasi tiga akar penyebab utama, yaitu kualitas muatan yang telah berada pada batas spesifikasi sejak pelabuhan muat, tidak berfungsinya sistem heating pipe, dan lamanya waiting time sebelum sandar. Upaya pencegahan dilakukan melalui pengawasan kualitas muatan, pemeliharaan heating pipe, pengendalian waiting time, dan sirkulasi muatan selama pelayaran.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : kegagalan bongkar muatan, Marine Fuel Oil (MFO), pour point
Subjects: Skripsi > Nautika
Divisions: Nautika
Depositing User: person person person
Date Deposited: 17 Jul 2026 08:57
Last Modified: 17 Jul 2026 08:57
URI: http://repository.pip-semarang.ac.id/id/eprint/7158

Actions (login required)

View Item View Item