PENGARUH KERUSAKAN AIR HORN PADA MV LUDWIG SCHULTE DI SUNGAI LONG TAU VIETNAM

RAMADHAN, FAJAR (2022) PENGARUH KERUSAKAN AIR HORN PADA MV LUDWIG SCHULTE DI SUNGAI LONG TAU VIETNAM. Diploma thesis, POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG.

[img] Pdf (541711106307N_PROSIDING_FULLTEXT)
541711106307N_PROSIDING_FULLTEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://library.pip-semarang.ac.id

Abstract

Intisari - Keselamatan dalam bernavigasi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh perwira jaga untuk mencegah bahaya tubrukan. Pada MV Ludwig Schulte terjadi kerusakan pada air horn dimana hal tersebut dapat menimbulkan bahaya tubrukan dengan kapal kecil maupun kapal ikan yang sedang beroperasi di perairan Vietnam yang mengancam keselamatan dalam bernavigasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan navigasi dengan menganalisa rusaknya air horn pada MV Ludwig Schulte dengan mengetahui faktor, pengaruh, serta upaya yang dilakukan untuk menangani dan mencegah terjadinya kerusakan air horn pada saat melewati alur pelayaran sempit di Vietnam. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah dimana penelitian sebagai instrumen kunci. Berdasarkan temuan dan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor rusaknya air horn disebabkan oleh kurangnya perawatan dan menurunnya kualitas komponen air horn karena usia pemakaian yang sudah tua. Disamping itu juga didukung oleh kurangnya kesadaran forward station team untuk melaporkan gejala rusaknya air horn. Dampak rusaknya air horn berpengaruh terhadap tingginya peluang munculnya bahaya navigasi seperti adanya resiko tubrukan dengan kapal kecil dan kapal ikan. Selain itu adanya teguran verbal dari pandu Vietnam yang dapat menyebabkan kapal beresiko terkena denda dan tertahan di pelabuhan sampai air horn berfungsi dengan optimal, serta kru kapal yang berpotensi merasa kelelahan dikarenakan stand by di haluan untuk memberi sinyal secara manual pada saat waktu istirahat untuk persiapan mooring. Dari simpulan tersebut, maka dapat dikemukakan saran kepada kru kapal untuk meningkatkan kesadaran secara keseluruhan, melakukan perawatan secara rutin sesuai dengan instruksi di buku manual dan PMS, serta menyediakan sirine portabel yang memiliki karakteristik suara dan frekuensi yang sama dengan air horn untuk mencegah jika terjadinya kerusakan yang membutuhkan waktu yang lama untuk diperbaiki.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Perawatan Air horn, keselamatan navigasi, alur pelayaran sempit
Subjects: Prosiding > Nautika
Divisions: Nautika
Depositing User: person person person
Date Deposited: 19 Sep 2022 07:46
Last Modified: 19 Sep 2022 09:07
URI: http://repository.pip-semarang.ac.id/id/eprint/3969

Actions (login required)

View Item View Item